Kamis, 03 Maret 2016

Karya Ilmiah : Peluang Bisnis Membuka Usaha Laundry

Gambar Sampul Beranda

KARYA ILMIAH
PELUANG BISNIS MEMBUKA USAHA LAUNDRY











Muhammad Arif Hernanto
15.12.8757 / S1 SI 06


STMIK AMIKOM YOGYAKARTA


  1. LATAR BELAKANG
Usaha kecil dalam perekonomian suatu Negara memiliki peran yang sangat penting. Bukan saja di Indonesia, tetapi realita di zaman sekarang menunjukan bahwa posisi usaha kecil dan menengah mempunyai peranan yang baik juga untuk Negara lain. Indikasi menunjukan peranan usaha kecil dan menengah itu dapat dilihat dari konstribusinya terhadap PDB, Ekspor nonmigas, penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang cukup berarti. (M. IRFAN, 2000)
Dalam perekonomian Indonesia usaha kecil sangatlah memegang peranan penting bila kita kaitkan dengan jumlah tenaga kerja yang mampu di serap oleh usaha kecil.
Berdasarkan UU No. 9/1995 tentang usaha kecil yang dimaksud dengan usaha kecil adalah kegiatan ekonomi rakyat yang bersekala kecil dalam memenuhi kriteria kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan seperti kepemilikan sebagaimana di atur dalam undang-undang ini. Usaha kecil yang dimaksud disini meliputi juga usaha kecil informal dan kecil tradisional. Adapun usaha kecil informal adalah berbagai usaha belum terdaftar, belum tercatat dan belum berbadan hokum antara lain petani penggarap, indrustri rumah tangga , peadagang asongan, pedagang keliling, pedagang kaki lima dan pemulung. Sedangkan usaha kecil tradisional adalah usaha menggunakan alat produksi sederhan yang telah di gunakan secara turun menurun, dan atau berkaitan dengan seni dan budaya.
Salah satu usaha kecil di sector jasa adalah Bisnis Laundry. Pertumbuhan bisnis laundry di Indonesia saat ini menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Tidak hanya di kota-kota besar saja, di pelosok daerah pun kini bisnis binatu tersebut mulai menjamur dengan berbagai tawaran fasilitas dan pelayanan.  

B. ISI
Seiring dengan tingkat pertumbuhan perekonomian Indonesia yang semakin meningkat. Pertumbuhan bisnis laundry di Indonesia saat ini menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Tidak hanya di kota-kota besar saja, di pelosok daerah pun kini bisnis binatu tersebut mulai menjamur dengan berbagai tawaran fasilitas dan pelayanan.
Maraknya usaha laundry juga tidak bisa dilepaskan dari semakin tingginya tingkat kepercayaan masyarakat akan jasa laundry. Di samping itu, perubahan gaya hidup masyarakat yang lebih memilih mendatangi laundry dibandingkan mencuci sendiri membuktikan bahwa bisnis ini memiliki prospek yang sangat menjanjikan. Apalagi bisnis ini prospeknya sangat bagus untuk dilingkungan pelajar yang asrama karean mereka malas untuk mencuci bajunya sehingga mendatangkan jasa laundry. Menjanjikan bukan?
Perkembangan usaha bisnis Laundry
Perkembangan usaha bisnis laundry sangatlah menjanjikan. Apalagi kalau kita bisa membaca peluang bisnis yang ada di lingkungan masyarakat. Usaha binis ini mennjanjikan bila di jalankan di lingkungan pelajar karena melihat para pelajar yang malas mencuci. Jadi peluang ini sangatlah bagus. Mengangkat perekonomian yang membuka usaha tersebut.
Ini adalah cotntoh pengusaha di bidang jasa yaitu Laundry :
Agung Nugroho SusantoSalah satu usaha usaha laundry yang mampu berkembang hingga bisa melakukan ekspansi cabang secara nasional adalah Simply Fresh Laundry.
Usaha yang lahir di kota pelajar Yogyakarta tersebut dikembangkan oleh anak muda asal Lampung yang bernama Agung Nugroho Susanto. Agung yang kala itu masih kuliah di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, merasa bahwa bisnis laundry bisa dikembangkan dari berbagai macam aspek.
“Sebagai anak perantauan saya termasuk pengguna jasa laundry, seketika itu pula saya berfikir harusnya bisnis laundry juga bisa dikembangkan seperti bisnis-bisnis lainnya, karena memiliki pangsa pasar yang besar dan luas,” kata Agung seperti dikutip dari situs bisnisUKM, kemarin.
Atas dasar itulah, Agung yang sebelumnya pernah “gagal” dalam menjalankan bisnis clothing dan gerai handphone mencoba peruntungan dengan membangun bisnis laundry di salah satu sudut kota Jogja.
Pengalaman dalam bisnis sebelumnya menjadi acuan bagi Agung untuk lebih lebih cermat dalam mengembangkan bisnis barunya tersebut. “Modal yang terbatas bukan menjadi halangan saya ketika itu, gadai motor hingga meminjam uang menjadi solusi karena saya berfikir bisnis ini (laundry) memiliki prospek yang cerah kedepannya,” lanjutnya.
Alhasil, Februari 2006 lahirlah Simply Fresh Laundry yang menempati sebuah tempat berukuran 2×3 meter di Jalan Flamboyan Gejayan Yogyakarta. Berbekal 1 buah mesin cuci dan pengering, Agung yang dibantu dua karyawannya mulai memasuki “medan perang” bisnis laundry yang kala itu mulai marak juga di kota Jogja.
Tidak mudah memang, namun Agung memiliki beragam ide brilian yang bisa diterapkan agar laundry miliknya bisa memperoleh banyak pelanggan. “Waktu itu hampir seluruh laundry menjanjikan cuciannya baru bisa jadi dan diambil setelah dua atau tiga hari, kemudian saya memiliki ide membuat laundry yang bisa empat jam jadi, dan ternyata responnya luar biasa,” jelasnya.
Meskipun harus menguras tenaga dan waktu (karena sering lembur), namun ide tersebut ternyata merangsang banyak orang khususnya kalangan mahasiswa untuk menggunakan jasa laundry kilat milik Agung.
Tidak sampai di situ, Simply Fresh juga memiliki inisiatif dengan memberikan 7 pilihan pewangi dimana konsumen bisa memilih sendiri. “Dengan layanan laundry kilat dan tujuh pilihan pewangi tersebut kami memiliki pembeda dengan usaha laundry lainnya, sehingga banyak orang yang kemudian datang ke kita dan menjadi pelanggan tetap, apalagi ketika itu saya menerapkan harga Rp 2.500,00 yang lebih murah dibandingkan laundry lainnya,” lanjut Agung.
Konsep dan sistem yang berbeda tersebut membuat Simply Fresh semakin dikenal dan bahkan dalam jangka waktu satu tahun Simply Fresh sudah bisa membuka 2 cabang lainnya di seputaran Yogyakarta.

Inovasi-inovasi Agung ternyata tidak hanya berhenti sampai disitu. Simply Fresh kemudian mengembangkan layanan jasa laundrynya dengan menggunakan teknologi ultra violet untuk sterilisai air, sehingga air yang digunakan bebas bakteri.
Di samping itu, gerai laundry simply fresh juga hanya menggunakan detergen yang ramah lingkungan (limbah detergen yang bisa menyuburkan tanaman), memberikan garansi produk, menggunakan alat pengepak press plastik, layanan delivery service, dan lainnya. Semua inovasi itulah yang kemudian membuat Simply Fresh semakin berkibar di jagat bisnis laundry.
Namun, di balik kesuksesan yang direngkuh Agung ketika itu, dirinya juga pernah merasakan dilema saat orang tuanya melarangnya melanjutkan bisnis laundrynya tersebut. “Ketika lulus kuliah tahun 2007, saya diminta oleh orang tua untuk menjadi tenaga professional seperti keluarga lainya, dimana ayah saya seorang lawyer, kakak saya bekerja sebagai dokter dan jaksa, padahal saat itu saya sudah memiliki 3 gerai yang sedang ramai-ramainya,” ujar Agung.
Karena ingin menyenangkan kedua orangtuanya, Agung mencoba mengikuti tes penerimaan pegawai di sebuah bank pemerintah di Yogyakarta. Dia lulus tertulis dan wawancara, dan hanya tinggal satu langkah lagi menjadi pegawai bank tersebut, yakni wawancara di Jakarta.
Namun, di tengah kegalaunnya itu, Agung memohon dan mencoba meyakinkan kedua orang tuanya untuk tidak melanjutkan seleksi dan ingin fokus di bisnis laundry yang digelutinya. “Ketika itu saya berjanji, jika dalam waktu satu tahun tidak berhasil, maka saya siap bekerja di mana pun,” imbuhnya.
Tekat kuat dan motivasi tinggi itulah yang kemudian mengantar Agung memulai perjalanan barunya dalam mengembangkan Simply Fresh Laundry. Akhir tahun 2007, Agung memutuskan mengembangkan usahanya dengan sistem waralaba. Konsep laundry kiloan yang waktu itu belum umum, unik, serta memiliki nilai lebih dalam hal inovasi-inovasinya menjadi beberapa point yang Agung tawarkan kepada para calon mitranya. Hasilnya, dalam jangka waktu yang relatif singkat Simply Fresh sudah memiliki 18 outlet dengan 87 agen.
Tahun 2008 outlet-nya meningkat menjadi 42 dengan 125 agen. Akhir tahun 2009 outlet-nya telah mencapai lebih dari 110 dengan 203 agen yang tersebar di seantero kota-kota besar di Indonesia. “Hingga saat ini (April 2013), Simply Fresh Laundry sudah tersebar di 85 kota di Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dengan 235 outlet,” terang Agung.
Menurutnya orang Indonesia itu suka yang praktis-praktis, yakni bisnis tetapi ada jaminan untungnya, makanya Agung berani mewaralabakan Simply Fresh miliknya. Ketika ditanya apa yang menjadi kunci sukses bisnisnya, Agung tanpa ragu menjawab teori 4P, yakni Price, Product, Place, dan Promotion.
Semua aspek dalam teori 4P tersebut jika dijalani dengan baik, maka bisnis yang dilakoni pasti akan berjalan sebagaimana yang diharapkan. “Yang menjadi salah satu poin kenapa para rekan-rekan pengusaha laundry pemula itu sulit berkembang karena harga dijadikan point selling utama, bisnis laundry seperti ini memiliki margin yang kecil, sehingga ketika si pengusaha tersebut ingin mengejar banyak pelanggan dengan harga yang rendah maka yang kasihan pengusahanya itu sendiri,” lanjutnya.
Oleh karena itu, Agung berpesan agar para pebisnis laundry tidak melulu mematok harga sebagai point selling utama. Harga terjangkau bisa diterapkan ketika di awal sebagai strategi mencari pasar. “Selain pastinya untuk biaya hidup, dalam berbisnis laundry juga ada perawatan mesin, operasional lainnya, sewa tempat, jadi semuanya harus diperhatikan agar cashflow-nya bisa berjalan dengan baik,” tambah Agung.

C. PENUTUP
KESIMPULAN
Bisnis usaha laundry diIndonesia pada saat sekarang sudah mulai terlihat sebagai bukan lagi bisnis yang termarjinalkan. Dan dimasa mendatang bisnis ini akan semakin menjadi sebagai suatu usaha jasa yang amat dibutuhkan oleh setiap anggota masyarakat dari semua lapisan, dengan semakin bervariasinya jenis operasional dan jenis usaha
Jadi menurut saya bisnis laundry ini sangat menjanjikan karena melihat kesibukan masyarakat yang saat ini lebih mempercayai usaha di bidang jasa.
SARAN

Melihat perkembangan sekarang yang ada sebaiknya perusahaan jasa di bidang laundry lebih luas lagi, karena melihat masyarakat yang antusias dan pelajarpun yang bisa di bilang ngkost memakai jasa ini.
Tentang Kampus Saya

    Visi STMIK AMIKOM Yogyakarta adalah menjadi sekolah tinggi kelas dunia yang unggul dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi yang berbasis entrepreneurship (private entrepreneur university). STMIK AMIKOM Yogyakarta akan menjadi perguruan tinggi terbaik di Indonesia dibidang teknologi informasi dan komunikasi berbasis entrepreneurship pada 2013 dan menjadi perguruan tinggi terbaik di Asia Tenggara dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi yang berbasis entrepreneurship pada 2020. Menjadi yang terbaik di Asia 2025 dan menjadi unggulan dunia pada tahun 2030 Private entrepreneur university adalah perguruan tinggi yang diukur berdasarkan standar UNESCO menggunakan profit generating income dari bidang riset dan services. Saat ini STMIK AMIKOM Yogyakarta telah menjadi Perguruan Tinggi Terbaik Indonesia Model Private Entrepreneurmenurut UNESCO. Baca selengkapnya>>




Tidak ada komentar:

Posting Komentar